Mengenal Gaslighting, Salah Satu Pelecehan Mental yang Berdampak Serius

  • Whatsapp
Foto: Tirto

Kata gaslighting memang masih asing di telinga masyarakat. Namun sebenarnya, perilaku gaslighting ini sering dijumpai di keseharian kita.

Bahkan dampak dari gaslighting ini cukup serius bagi kesehatan mental individu. Sebenarnya apa itu gaslighting dan apa saja ciri-cirinya? Simak penjelasannya dibawah ini.

Apa itu Gaslighting

Menurut definisi dari Oxford Dictionary, Gaslighting (verb) adalah memanipulasi (seseorang) dengan cara psikologis untuk mempertanyakan kewarasan mereka sendiri.

Dilansir dari situs cosmopolitan, istilah gaslighting ini muncul dari film berjudul “gaslight” yang dirilis tahun 1994. Film itu bercerita tentang seorang suami yang mencuci otak istrinya secara sistematis hingga akhirnya sang istri merasa dirinya gila.

Gaslighting ini sering terjadi dalam hubungan interpersonal (seperti hubungan asmara, pekerjaan, dan lain-lain), di mana gaslighter (penyiksa) akan melemahkan rasa percaya diri korban dengan membuat mereka mempertanyakan ingatan, sudut pandang, atau kewarasan mereka sendiri.

Metodenya pun beragam, yaitu dengan dengan penyangkalan yang berulang – ulang, manipulasi, kontradiksi, dan kebohongan.

Contoh Perilaku Gaslighting di Kehidupan Sehari-hari

Gaslighting ini sering ditemui di kehidupan sehari-hari. Menurut buku Gaslighting: Recognize Manipulative and Emotionally Abusive People – and Break Free (dilansir dari situs psychology today) , inilah tahapan perilaku gaslighting yang bisa saja sedang dialami oleh anda atau orang di sekitar anda.

  • Terang-terangan Berbohong di depan Anda

Anda tahu yang dikatakan oleh para gaslighter itu bohong, namun mereka sama sekali tidak merasa bersalah dan sepenuhnya sadar mengatakan kebohongan itu pada anda.

Sebenarnya itulah rencana awal mereka. Saat mereka memberitahu kebohongan yang lebih besar, anda tidak yakin dan meragukan apa yang mereka katakan itu benar atau tidak. Akhirnya anda pun menjadi tidak stabil dan tidak yakin dengan intuisi anda sendiri.

  • Menyangkal Bahwa Pernah Mengatakan Sesuatu Pada Anda, Meskipun Anda Punya Bukti

Pernahkah anda menemui seseorang yang sering pura-pura lupa tentang apa yang dijanjikannya pada anda? Bahkan meskipun anda punya bukti bahwa dirinya mengatakan hal itu, dia tetap menyangkalnya.

Hal tersebut termasuk perilaku gaslighting yang membuat anda akhirnya meragukan ingatan anda (berpikir “mungkin saya yang salah ingat”, atau “mungkin dia memang tidak pernah bicara begitu”).

Semakin gaslighter melakukan ini, semakin Anda mempertanyakan ingatan dan realitas Anda dan akhirnya mulai menerima kenyataan versi mereka.

  • Menggunakan Orang Terdekat anda sebagai “senjata”

Biasanya para gaslighter mengetahui kelemahan anda dan menggunakannya untuk “menyerang” anda. Contohnya, anda punya anak yang sangat anda sayangi.

Para gaslighter seringkali mengatakan hal-hal buruk mengenai anda dan anak anda seperti “kasihan anak kamu punya orang tua seperti kamu” , atau “harusnya kamu tidak memiliki mereka (anak-anak) karena kamu itu (menyebutkan sifat-sifat buruk anda)”.

Tujuan mereka adalah menyerang identitas dan “tujuan keberadaan” anda di dunia ini, sehingga anda merasa tidak berguna dan perasaan-perasaan buruk lainnya.

  • Memberikan Dukungan bersifat Positif tapi Bertujuan untuk Membingungkan Anda

Sebelumnya mereka menjahati pemikiran anda sedemikian rupa, namun tiba-tiba mereka memuji bahkan memperlakukan anda dengan baik. sehingga anda pun berpikir “ah mereka sebenarnya gak jahat kok”.

Anda pun akhirnya juga berpikir mungkin anda yang sebenarnya jahat dan berpikir buruk tentang mereka. Lama-lama anda pun lebih mempertanyakan intuisi dan perasaan anda, juga makin terbawa ke kenyataan versi para gaslighter.

  • Mengajak Orang-Orang Untuk Ikut Memusuhi Anda

Seorang gaslighter sangat pandai memanipulasi dan memutarbalikkan fakta. Gaslighter ini memanipulasi cerita tentang anda, mengatakan hal-hal buruk tentang anda kepada orang lain dan mengajak mereka yang terpengaruh untuk membenci anda. Akhirnya anda merasa banyak orang yang tidak menyukai anda dan anda pun bingung harus mempercayai siapa.

  • Memberitahu Anda bahwa semua orang di sekitar anda adalah pembohong

Anda pun diberitahu oleh gaslighter ini bahwa semua orang disekitar anda, termasuk keluarga adalah pembohong. Anda pun tidak tahu ingin mempercayai siapa, akhirnya “lari” ke gaslighter karena anda merasa dia bisa dipercaya. Gaslighter pun makin mudah mengontrol anda

  • Memberitahu Orang Lain Bahkan Anda Sendiri Bahwa Anda Gila

Ini adalah cara gaslighting yang terampuh dan paling utama. Gaslighter tahu jika orang lain mempertanyakan kewarasan Anda, orang tidak akan mempercayai Anda sama sekali. Termasuk saat Anda memberi tahu mereka bahwa seseorang telah melakukan gaslighting pada anda.

Cara Keluar dari Pengaruh Gaslighting

Dampak dari gaslighting memang cukup serius, yaitu membuat anda mempertanyakan diri anda sendiri bahkan bisa berujung trauma dan depresi.

Namun jangan khawatir, anda masih bisa melepaskan diri dari pengaruh tersebut.

Penulis buku Gaslighting: Recognize Manipulative and Emotionally Abusive People – and Break Free, Robin Stern menulis di psychology today tentang cara untuk keluar dari pengaruh tersebut.

Pertama, anda harus mengenali dulu siapa sebenarnya gaslighter tersebut. Ketika anda sudah mengetahui siapa dia sebenarnya, maka hindarilah kontrol kuasanya pada anda. Bisa dengan menjauhi dia atau memutuskan hubungan sama sekali dengan dia.

Hindari perdebatan benar-salah dengan gaslighter tersebut, dan lebih baik diam ketika seseorang memprovokasi Anda. Sebaiknya juga tulis apa yang pernah anda katakan atau rasakan, agar anda memiliki ingatan tentang hal itu dan bisa memiliki bukti di kemudian hari.

Pilihlah teman yang terpercaya, dan berlatihlah untuk mempercayai naluri anda lagi. Apabila anda merasa kesulitan dan butuh bantuan, disarankan untuk mencari pertolongan dari professional seperti konselor dan psikolog.

Editor : Nafrizal

Pos terkait